Tuesday, August 18, 2009

IKAN GORENG SIRAM SAMBAL NEKAT A LA BUNDA ADRIN :)

Hari libur adalah hari untuk masuk ke dapur dan mencoba macam-macam masakan. Eitttsss.... bukan berarti gw jago banget masak loh. Biasanya gw googling dulu dengan keyword bahan makanan yang ada di kulkas gw. Abis itu pilih-pilih resep yang gampang bikinnya dan murah (gak lupa modifikasi di sana sini :))

Dan inilah hasil modifikasi masakan yang tercipta tanggal 17 agustus 2009 ...:)
(sayang gak sempet difoto soale dan kebacut licin tandas... Alhamdulillah...)

IKAN GORENG SIRAM SAMBAL NEKAT A LA BUNDA ADRIN


Bahan-bahan
6 ekor ikan keranjang ukuran sedang, digoreng

sambal:
kemiri 4 butir
kencur 1 ruas jari
daun salam 3 lembar
serai 1 batang
bawang putih 3 siung
bawang merah 6 siung
tomat merah 1 buah ukuran sedang
cabe merah sesuai selera
cabe rawit sesuai selera
garam
gula merah
gula putih

cara membuat:

Tata ikan yg sudah di goreng di atas piring ceper.

kemiri, bawang putih, dan kencur diulek jadi satu. kemudian ditumis bareng dengan daun salam dan serai yang sudah di geprak. sesudah baunya harum, masukkan air sedikit, gula merah sedikit, dan gula putih sedikit. tunggu sampai air agak menyusut.

bawang merah, dan cabe merah diiris kecil2. tomat dipotong kecil2 bentuk dadu. sementara cabe rawit biarkan utuh supaya warnanya bagus.

setelah air agak menyusut, masukkan bumbu2 yang terakhir tadi, tapi cuma sebentar saja (dimasak setengah matang).

angkat dan siram di atas ikan goreng yang sudah ditata tadi.

Hmmm.... sedap......

Selamat mencoba :)

Friday, August 14, 2009

BELAJAR NGOMONG 'BUNDA N AYAH'


Tadi pagi, sebelum berangkat ke kantor, kudekati buah hatiku. Terjadilah percakapan seru... :)

Bunda: ayo adrin belajar manggil bunda... mulai ya... bun... da... bun... da... bun...
Adrin: da
Bunda: bun...
Adrin: da...
Bunda: bun...
Adrin: da...
Bunda: Pinter.... sekarang belajar manggil ayah ya... A... yah... A... yah... A....
Adrin: da...

ttwengwengwengweng......

Anak pinter....

Tuesday, August 11, 2009

PENANGANAN LUKA BAKAR PADA ANAK

Ketika Adrin di bawa ke UGD karena tersiram air panas, yang pertama kali dikatakan oleh dokter saat melihat lukanya adalah 'untung gak dikasih apa-apa dulu sebelum dibawa kesini....'

Ya, kata dokter Djunaidi, dokter bedah yang merawat Adrin di JIH, jika diberi odol, minyak tanah dan lain-lain yang aneh-aneh, kemungkinan lukanya akan bertambah parah dan sulit pengobatannya.

Berikut hasil browsing tentang penanganan luka bakar pada anak. Semoga bermanfaat....


PENANGANAN LUKA BAKAR PADA ANAK
Diambil dari: http://mulia2me.wordpress.com

Luka bakar merupakan bahaya yang potensial terjadi di setiap rumah tangga; banyak laporan menunjukkan, luka bakar oleh karena air panas/cairan panas adalah jenis yang paling sering terjadi pada anak. Bayi dan anak kecil lebih rentan terkena sebab rasa ingin tahu yang besar serta kulit mereka yang sangat sensitif. Luka bakar yang kecil biasanya dapat ditangani dengan aman di rumah, tapi luka bakar yang cukup luas tentu saja memerlukan perawatan medis. Yang penting ialah melakukan tindakan pencegahan sederhana di rumah.

Penyebab yang sering :
• terkena air panas, minyak panas dan uap panas
• kontak dengan benda panas (setrika, kompor) • terkena bahan kimia (asam sulfat, bahan pemutih) • sengatan listrik
• terpapar lama dengan sinar matahari.

Jenis luka bakar : Luka bakar dibagi menjadi 3 derajat tergantung seberapa hebat kerusakan pada kulit. Semua penyebab tersebut diatas, dapat menyebabkan ketiga derajat luka bakar.

Akan tetapi yang menentukan bagaimana luka bakar diobati adalah jenis dan penyebabnya. Semua luka bakar harus segera ditangani untuk mengurangi suhu disekitar lokasi luka bakar serta mengurangi kerusakan kulit maupun jaringan sekitar bila luka bakar luas.

Derajat Luka Bakar:
1. Luka bakar derajat satu : paling ringan, hanya mengenai lapisan kulit terluar. Kulit yang terkena terlihat kemerahan, nyeri, sedikit bengkak tapi tidak ada lepuh. Kulit menjadi berwarna putih jika ditekan. Luka bakar jenis ini sembuh dalam waktu 3 – 6 hari; lapisan kulit superfisial pada daerah yang terkena akan mengelupas dalam waktu 1 – 2 hari.

2. Luka bakar derajat dua : lebih berat, mengenai sampai lapisan kulit yang berikutnya. Terbentuk lepuh, nyeri lebih hebat dan kulit kemerahan serta, bisa nampak berwarna putih sampai merah ceri. Waktu sembuh bervariasi, sangat bergantung pada luasnya luka bakar.

3. Luka bakar derajat tiga : merupakan jenis yang paling berat dan mengenai seluruh lapisan kulit serta jaringan sekitarnya. Permukaan kulit bisa terlihat berlemak, keras dan kasar ataupun hangus. Karena terjadi kerusakan saraf maka pada awal biasanya tidak terasa nyeri atau sedikit nyeri. Waktu untuk penyembuhan sangat tergantung pada luasnya luka. Pada luka bakar derajat dua yang dalam dan derajat tiga (disebut full-thickness) biasanya memerlukan penanganan dokter spesialis bedah plastik untuk tranplantasi kulit dan dikenal sebagai „skin grafts“.

Apa yang harus dilakukan pada luka bakar :
1. Dapatkan segera pertolongan medis apabila :
• Diduga luka bakar derajat dua atau tiga
• Luka bakar luas walaupun nampak ringan; setiap luka bakar yang mengenai lebih dari 15 – 20 % luas permukaan tubuh harus segera mendapat pertolongan medik. Jangan menggunakan kompres basah karena akan membuat suhu tubuh anak menurun. Tutup daerah luka dengan kain/handuk yang bersih dan kering.
• Luka bakar oleh karena bahan kimia, api dan listrik
• Luka bakar di daerah wajah, kulit kepala, tangan, permukaan sendi serta alat kelamin.
• Luka bakar yang kelihatan terinfeksi (bengkak, bernanah, kemerahan yang bertambah atau garis kemerahan pada kulit didekat luka).

2. Untuk luka bakar derajat satu :
• Segera lepaskan pakaian yang menutupi daerah luka
• Alirkan air bersih (jangan air es) pada daerah yang terkena, jaga kebersihan dan daerah luka dikompres dingin (tapi jangan dengan es) sampai nyeri berkurang
• Jangan olesi apapun termasuk mentega, minyak, serbuk obat pada luka
• Bila kulit yang terkena hanya sedikit, tutup saja dengan kasa steril
• Berikan sirup parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi sakit

3. Untuk luka bakar derajat dua dan tiga : Segera hubungi UGD terdekat; dan sambil menunggu pertolongan, lakukan hal-hal berikut :
• Baringkan anak dengan daerah yang terkena agak ditinggikan
• Lakukan instruksi untuk luka bakar derajat satu
• Lepas semua perhiasan dan pakaian yang menutup luka kecuali pakaian yang melekat pada luka, kalau perlu dengan memotong/mengguntin g pakaian itu.
• Jangan memecahkan lepuhan yang terbentuk
• Taruh kasa steril basah diatas daerah luka

4. Untuk luka bakar listrik dan bahan kimia :
• Siram daerah yang terkena dengan air bersih mengalir selama 5 menit atau lebih. Jika yang terkena luas, gunakan penyiraman dengan pancuran air di kamar mandi (shower)
•Jangan melepaskan pakaian sebelum sebelum kulit disiram dengan air; sambil dilakukan penyiraman, pakaian pada daerah yang terkena dapat dilepas.
• Jika daerah yang terkena hanya kecil, siram selama 10 – 20 menit lalu tutup dengan kasa steril dan hubungan dokter anak anda.
• Luka bakar bahan kimia pada mata memerlukan evaluasi medik segera setelah dilakukan penyiraman dengan air.

Walaupun luka bakar listrik dan bahan kimia mungkin tidak selalu terlihat tapi dapat berakibat serius sebab bisa menyebabkan kerusakan organ bagian dalam. Simptom bisa bervariasi tergantung pada jenis dan berat serta penyebabnya.

Jika anda mencurigai anak menelan bahan kimia atau benda berbahaya misalnya baterai arloji, segera hubungi UGD terdekat (kalau di AS yang dihubungi terdahulu adalah „poison control” yang konon sangat mudah dihubungi).

Pencegahan luka bakar

Walaupun kita tidak mungkin mencegah sepenuhnya anak untuk bebas dari cidera, tetapi dengan sistim pencegahan yang sederhana, bisa mengurangi kemungkinan terjadinya luka bakar yang tidak perlu di rumah.

Tindakan umum:
• Jauhi jangkauan anak dari korek api, bahan kimia, lilin dan sebagainya
• Semua „outlet“ listrik harus ada pengaman/penutupnya
• Kabel listrik/kabel alat lektronik yang nampak sudah tua jangan digunakan
• Jangan membawa air panas sambil mengendong anak.
• Pasang pengaman untuk air panas di kamar mandi
• Jangan biarkan anak anda sendiri di kamar mandi yang ada air panasnya.

Monday, August 10, 2009

SENIN SURAM TANGGAL 27 JULI 2009

Senin pagi tanggal 27 juli 2009....

Aku bangun tidur dalam keadaan ngantuk berat.

Kebetulan hari minggunya (tanggal 26 juli) aku baru saja sampai di jogja setelah 4 hari di Bali. Dan kebetulan juga, orang tua-ku, beserta adikku dan anaknya baru saja datang dari Bogor.

Karena ngantuk berat, aku minta diantar ke kantor disupiri kakak sepupuku. Adrin dan Us (mbak yang momong adrin), adikku Melly, dan fathi anaknya, serta seorang tetangga sebagai penunjuk jalan ikut dalam mobil itu.
Entah kenapa, perasaanku sudah mulai tidak enak, gara-gara kakak sepupuku nyetirnya agak ngawur. Aku takut terjadi apa-apa dengan semua yang ada di mobil. Namun segera kutepis fikiran-fikiran buruk itu. Dalam hatiku, paling dia cuma belum terbiasa saja dengan jalan-jalan di jogja.

Mulailah aku bekerja.....

Sekitar jam 10-an, seorang kakak sepupu yang lain tiba-tiba meleponku.

"Lisa, siap-siap sebentar lagi kakak mau ke kantor jemput Lisa."
"Emang kenapa? Ada apa?"
"Pokoknya siap-siap aja. Kita mau ke rumah sakit..."

Jantungku langsung berdebar-debar. Aku kemudian ijin ke bossku untuk keluar sebentar. Semua bertanya-tanya ada apa. Tapi aku sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Akhirnya sambil memakai jaket dan mengambil dompet, kutelpon suamiku. Lama baru dia angkat. Awalnya dia tidak mau mengatakan ada apa. Namun setelah kudesak, keluarlah kata-kata "Adrin gak pa pa kok"

Aku menggelosor di lantai di depan ruanganku. Rasanya seluruh badan sudah tidak bertulang lagi, aku menangis histeris "ADRIN KENAPAAAAA.....?"
Teman-temanku segera keluar dari ruangan, ada yang memelukku, ada yang mengambil hpku dan bicara pada suamiku.

Ya Allah...... Adrin tersiram air panas....

Untung ada mobil opers yang standby di kantor. Dengan ditemani seorang teman, aku kemudian berangkat ke Jogja International Hospital tempat Adrin dirawat.

Sampai di UGD, kembali tubuhku lemas melihat buah hatiku terbaring sambil meraung-raung kesakitan.... Ya Allah... Tubuh sekecil itu merasakan sakit yang luar biasa.....

Bagaimana kejadiannya, aku diberitahu setelah semua tenang....

Pagi itu kakak sepupuku (yang tadinya mau menjemputku di kantor), mengunjungi ayahku yang baru datang dari Bogor. Oleh ayahku, Us disuruh membuatkan minuman. Saat itu, menurut Us, Adrin sedang bermain di depan TV. Setelah selesai membuatkan minum, Us mencari tutup gelas. Entah kapan datangnya, tiba-tiba Adrin sudah berada di dekat meja tempat Us membuat minuman, dan menarik nampannya. 2 gelas minuman panas langsung mengguyur wajah dan tubuhnya. Adrin menangis histeris. Us dengan panik langsung mengangkat adrin ke belakang. Mengguyur wajah Adrin dengan air. Adrin masih menangis. Us kemudian membuka pakaian Adrin, ternyata kulit dada kiri Adrin ikut terkelupas bersama baju yang dikenakan Adrin. Us berteriak. Sambil menangis, dia membopong Adrin ke teras tempat ayahku sedang mengobrol dengan keponakannya.
Semua kaget dan langsung melarikan Adrin ke JIH.

Adrin dirawat di JIH sampai hari Rabu tanggal 29 Juli 2009.

Alhamdulillah, dengan perawatan yang telaten dari para perawat dan dokter di JIH, luka Adrin cepat mengering. Sekarang, tinggal bekasnya saja yang belum hilang. Tapi menurut dokter Djunaidi yang merawat Adrin, bekasnya kemungkinan besar akan hilang sekitar 5 bulanan lagi. Atau malah lebih cepat lagi karena Adrin masih sangat kecil. Amin.

Ya Alloh... Mohon lindungi buah hatiku. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Tak sanggup rasanya melihat dia menderita.

Dan kepada teman-teman yang telah begitu baik memberikan perhatiannya, semoga Alloh SWT membalasnya dengan berlipat ganda. Dan Semoga juga Alloh SWT melindungi teman-teman semua beserta keluarga, dari segala marabahaya. Amin....

Monday, June 22, 2009

LAUNCHING WWW.CIRACRAFT.BLOGSPOT.COM

Berawal dari sms seorang teman.... "Mi, wake up! ayo mulai bekerja!"

Langsung malam itu juga, setelah sang pangeran kecil tidur, aku langsung menyiapkan peralatan untuk membuat foto produk-produk yang aku punya (sebenernya peralatannya cuma: hp, lampu meja, alas batik dll, hehe).
Malam itu aku tidak bisa tidur, dalam fikiranku terbayang semua konsep yang akan aku buat untuk mengenalkan produkku di dunia maya.

Paginya jam 6:45 aku sudah sampai di kantor. Langsung uprek2 blogger dan jadilah: www.ciracraft.blogspot.com Senangnya.....

Begitu sang teman datang, dialah orang pertama yang kuberitahu tentang www.ciracraft.blogspot.com

Terima kasih banyak, teman! You're my best friend, my sister, my inspiration... love you so much TANIA.....



* CIRA CRAFT YOGYAKARTA menyediakan beraneka macam kerajinan gerabah, kerajinan gambas (oyong) kering, dan rempah-rempah aromaterapi. Ada celengan, aromatherapy burner, toothbrush holder, tempat sabun, rempah mandi, scrub dll. Kerokan untuk penangkal masuk angin juga ada lho :). Kalo mau cari souvenir pernikahan? Gak usah bingung-bingung. CIRA CRAFT YOGYAKARTA punya macem-macem souvenir pernikahan unik, souvenir pernikahan menarik, souvenir pernikahan khas Jogja, dan tentu saja, souvenir pernikahan MURAH. Buka aja deh www.ciracraft.blogspot.com :)
Atau kalo mau liat-liat souvenir pernikahan dari bahan flanel kunjungi aja www.cirasouvenir.blogspot.com. Meriahkan perayaan hari penting dalam hidup anda dengan produk-produk cantik dari CIRA CRAFT :)

Wednesday, July 30, 2008

ADRIN IN ACTION







Thursday, July 03, 2008

MAHARADRIN DHAWYHANDARU HARDISAPUTRA



First time I saw my son, I knew I was in love....

Akhirnya Minggu 4 Mei 2008, impianku menjadi seorang ibu terkabulkan. Dia lahir ke dunia di Jogja International Hospital (JIH) jam 18.05 dengan berat 2,320kg, panjang 46 cm. Kuberi nama Maharadrin Dhawyhandaru Hardisaputra. Panggilannya Adrin.

Dibandingkan dengan bayi-bayi lain yang ada di ruang bayi, Adrin memang paling kecil. Kata dokter karena plasenta-nya kecil. Sehingga sebanyak apapun aku makan, tetap saja Adrin susah besarnya. Ya gpp deh. Kecil segitu aja ngeluarinnya udah susah banget... hehehe....

Proses melahirkan Adrin emang rada heboh. Setidaknya menurutku heboh banget.. hehe. Ceritanya hari Sabtu tanggal 3 Mei 2008 jam 4 sore aku berangkat ke JIH untuk senam hamil. Seperti biasa, sebelum senam semua peserta ditensi dulu. Waktu giliranku ditensi, betapa kagetnya aku (halah.. bahasane...) karena tensi darahku tiba-tiba naik menjadi 150/105. Padahal biasanya cuma 100 - 110. Tadinya perawat yang mengajari senam menyarankan agar aku tidak usah senam dulu. Tapi aku merasa kondisiku baik-baik saja, jadi aku tetap bersikeras untuk senam.

Selesai senam aku telepon dokterku memberitahukan tentang tensi-ku tadi. Dokter kemudian menyarankan agar aku langsung masuk RS saja untuk diinduksi. Takutnya terjadi apa-apa dengan janinku. Lagipula usia kandunganku sudah masuk 39 minggu. jadi sudah dianggap cukup umur. Akhirnya malam itu jam 21 aku masuk rumah sakit. Setelah direkam jantung (untuk janin), jam 10 malam proses induksi dimulai.

Sekitar 11 malam, perutku mulai terasa mulas-mulas. aku tidak bisa tidur sampai kira-kira jam 2 pagi. Jam 6 pagi tanggal 4 mei 2008, perawat datang memeriksa, dan katanya sudah bukaan 1. Jam 8 pagi aku masuk ruang bersalin krn kontraksi sudah mulai 5 menit sekali. Tadinya aku pikir, sebentar lagi, anakku pasti akan lahir. Ternyata, bukaan 1 bertahan sampai jam 3 sore. Tobat.... untung mamaku, ibu mertua dan suami yang menemani di ruang bersalin sangat sabar dan selalu memberi semangat. Sehingga aku bertahan untuk meneruskan perjuanganku, agar si kecil bisa lahir normal (tidak caesar). Karena bukaan 1 berjalan terlalu lambat, jam 3 sore dokter memutuskan untuk menginduksi-ku lagi.

Semangatku serta merta luntur karena lamanya bukaan. Tepat jam 5 sore, waktu dokter mengatakan bahwa bukaanku sudah lengkap, semangat itu kembali membara. Buah hatiku akan segera hadir! Sayangnya karena tenagaku sudah banyak terkuras karena lamanya bukaan, si kecil baru bisa lahir sekitar 1 jam kemudian. Dokter tadinya sudah bersiap-siap untuk mem-vaccum bayiku jika sampai jam 6 sore aku masih belum bisa mengeluarkan si kecil. Alhamdulillah cita-citaku untuk bisa melahirkan normal akhirnya terkabul.

Ketika adrin di letakkan di atas perutku, aku serta merta berteriak "Ini bunda, nak!" Kupeluk dia dengan erat, sampai dokter mengingatkan aku kalau Adrin harus dibersihkan dulu. Bahagianya.... Aku lupa kalo seharian aku menangis sambil berteriak-teriak sekuat tenaga karena menahan sakit. Semua sirna setelah dia hadir.... Alhamdulillah....

Sekarang Adrin hampir 3 bulan. Dia menjadi pelipur lara dalam hidupku. Celotehnya yang masih sekitar au.. au..., bahkan tangisannya, semua membuat segala duka sirna. Semoga Allah SWT selalu melindungi buah hatiku, memberinya kesehatan lahir dan bathin. Amin.

Terima kasih banyak kepada semua perawat dan dokter yang dengan sabarnya telah merawat kami selama berada di JIH. Dan terutama kepada Dokter Yasmini Fitriyati Sp. OG yang dengan kesabaran super menghadapi bundanya Adrin yang 'rada' aneh. hehe... Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik pada kita semua. Amin.

Saturday, September 29, 2007

Lisa Goes to Bali :)

Kronologis perjalan ke Bali (halah... kkkkk)

Tanggal 6 Sept malam.
Aku dan teman-teman kantor berangkat menggunakan Lion Air dari Bandara Adi Sucipto Jogja. Harusnya kami berangkat pk 20.55. Tapi kami baru bisa terbang sekitar pk 22:00(delay sejam, bo, plis deh!). Sampai di Bandara Ngurah Rai Hampir pk 24:00 waktu Bali (penerbangan hanya sekitar 1 jam). Walaupun ngantuk, kami tetap excited, secara udah nyampe Bali gitu loh.... :). Dengan menggunakan bus, kami menuju Hotel.

Tanggal 7 Sept.
Jam 7 pagi waktu Bali, aku dan teman-teman rombongan, sudah siap makan pagi. Oh ya, outing kali ini tujuan wisata kami berbeda-beda. Panitia membebaskan kami mau kemana saja. Outing mandiri gitu. Aku dan sekitar 19 orang teman lainnya, menyewa 2 buah mobil preggio untuk mengunjungi obyek wisata yang sudah kami rencanakan. Yaitu: Bedugul, Uluwatu, GWK dan Pasar Sukowati.
Tapi ternyata, tujuan pertama kami adalah Tanjung Benoa, karena ada teman yang ingin mencoba parasailing. Tadinya aku juga kepingin ikutan parasailing. Berhubung bayarnya mahal (100rb buat 3 menit terbang bo!), akhirnya gak jadi deh... hihihiii... Sayang, mending duitnya buat beli oleh-oleh.
Di Tanjung Benoa, kami menyewa perahu motor menuju ke Turtle Island. Di Turtle Island, ternyata tidak cuma ada kura-kura berbagai ukuran, tapi lebih tepatnya kebun binatang kecil. Ada Kelelawar, burung, Ular dll. Yang lucu, tadinya waktu kami masuk, tidak ada tulisan 'bayar', begitu kami mau pulang, di gerbang seorang ibu membalik sebuah papan dengan tulisan bayar rp. 2500/org.... kikikikk
Perjalanan di lanjutkan lagi ke Bedugul. Ternyata perjalanan ke Bedugul lumayan jauh. Rata-rata kami tertidur di mobil saking jauhnya. Di tengah perjalanan, kami mampir ke sebuah masjid. Masjidnya biasa, tapi pemandangannya luar biasa. Masjid itu berada di ketinggian. Untuk naik kesana kami naik tangga yang lumayan banyak. Dari halaman Masjid, kami bisa melihat pemandangan danau dan Pura-pura yang ada di pinggir danau. Kereeeen banget.
Sampai di Bedugul, wuaaaahhhhhh belum apa-apa hawanya udah nyenengin. Pura-pura-nya bagus-bagus. Apalagi berada di pinggir danau. Alhasil foto-foto yang kami buat di sana ciamik banget!
Sayangnya, kemudian hujan turun. Sambil menunggu hujan kami mampir di sebuah warung untuk makan siang. Ternyata, saking kecilnya tuh warung, begitu kami masuk, yang punya warung jadi sibuk, rencananya makan stengah jam jadi molor, gara-gara pesenan kami datangnya lama.
Selesai makan perjalanan di lanjutkan ke pasar Sukowati. Dasar emak-emak, begitu menjelajahi pasar, langsung pada kalap. Aku yang rencananya tidak mau beli apa-apa jadi beli bed cover, sendal, daster, dan kaos. Belum lagi makanan-makanan kecil untuk oleh-oleh. Tobat deh. Mobil yang tadinya kosong, jadi sumpek gara-gara belanjaan kami. Uang di dompet yang rencananya sangu selama di Bali, raib begitu saja. Terpaksa nyongkel ATM deh.....
Karena waktu sudah menunjukkan pk 7 malam waktu Bali, akhirnya perjalanan diakhiri. Kami kembali ke hotel tanpa sempat mampir lagi ke Uluwatu dan GWK. Kecewa juga sih.... hiks
Selesai makan malam, aku dan beberapa teman berjalan-jalan di sekitar hotel yang banyak berjejer toko-toko. Saking tanpa tujuannya, tiba-tiba kami udah sampai di pantai Kuta. Karena gelapnya bukan main, kami akhirnya menyusuri pantai tanpa tujuan lagi. Beberapa teman memutuskan kembali ke hotel karena kecapekan jalan-jalan. Aku dan temanku lilik, tetap melanjutkan jalan-jalan, tujuan kami 'Monumen Bom Bali'. Area yang terkena BOM sekarang menjadi tanah kosong yang dikelilingi pagar besi. Di pagar itu terdapat tulisan-tulisan berupa puisi atau surat dan foto-foto beberapa korban. Ada sebuh puisi yang sangat menyentuh hatiku. Isinya: "Where are you going? I asked. To dance among the stars, She Laugh". Aku berkaca-kaca membacanya. Sekitar jam 11 malam waktu Bali. Toko-toko mulai banyak yang tutup. Tapi suasananya masih ramai. Apalagi club-club malamnya, malah tambah ramai. Aku sempat berkata ke Lilik, "kita kok malah kayak jalan-jalan keluar negri ya. Dimana-mana bule..."
Setelah puas jalan-jalan, kami kembali ke hotel, rencananya pingin segera tidur, tapi apadaya, malah jadi ngobrol ngalor ngidul sampe entah jam berapa.

Tanggal 8 Sept.
Acara paginya nyebelin banget. Kami diwajibkan untuk ikut workshop yang diadakan di Kantor Indosat Bali. Kurang kerjaan, lagi liburan gitu looohhhh.... Grrrrr..... Workshop selesai sekitar jam 12 Siang. Kali ini panitia sudah membuat acara di Pantai Kuta. Beach Party gitu. Tapi aku dan lilik ngabur. Kami menyewa motor 45rb utk 24 jam. Dengan motor itu, kami keliling Bali. Tujuan kami Garuda Wisnu Kencana (GWK). Tapi sebelum ke GWK kami mampir dulu beli oleh-oleh ke JOGER. Wheelahdalah... rame banget di JOGER. Ngantri buat bayarnya aja bisa berjam-jam. Jam 5 Sore waktu Bali, baru kami bisa terbebas dari JOGER.
Karena gak punya peta, dan emang modal nekat, kami melanjutkan perjalanan mencari letak GWK dengan tertatih-tatih... (halah.. bahasane). Gimana gak tertatih-tatih namanya. Tiap ada pertigaan atau perempatan, kami pasti berhenti untuk menanyakan apakah jalan kami sudah benar. Begitu sampai di GWK, kami berteriak gembira. Kenekatan kami ada hasilnya hehe... Puas banget. Garuda Wisnu Kencana adalah bukit batu yang di pahat sedemikian rupa, sehingga menjadi patung Wisnu yang menaiki Garuda super besar. Sayangnya, pembangunannnya belum selesai. Padahal kalo sudah selesai, aku yakin bakal keren banget. Bisa masuk 7 keajaiban dunia kali, saking gedenya.
karena keenakan main sendiri dengan motor sewaan, kami akhirnya gak bisa mengikuti acara ramah-tamah yang diadakan panitia di KUTA GALERIA. Malam minggu itu, area seputar Kuta macet total karena ada KUTA FESTIVAL. Kendaraan yang kami pakai (skrg pakai mobil teman, karena motor udah terlanjur di kembalikan) tidak bisa lewat. Katanya sih acara ramah-tamahnya seru banget. Terutama games-nya. Ya sudahlah.... udah lewat percuma juga disesali. Yang penting, udah puas banget di Bali. Terutama acara ngaburnya itu loh... hehehe... seru aja... (katanya kan kalo masih berjiwa muda, yang namanya break the rule itu asik banget.. hihihiii)

Tanggal 9 Sept.
Akhirnya... pulang deh. Jam 08:05 waktu Bali, dengan menumpang pesawat Garuda, kami kembali lagi ke Jogja... Bye-bye Bali... so long.....
(Lucunya sampe di Jogja malah baru jam 08:10... hihihhiii.... cuma 5 menit dah nyampe.... ).
Jam 9 tidur jam 15.30 baru bangun. Ketinggalan sholat Dhuhur. Suami gak enak mau bangunin sholat, karena katanya aku tidur nyenyak banget. Ya iyalah gimana gak tidur nyenyak, bales dendam gitu loh. Secara kemarin di Bali cuma tidur paling banyak 3- 4 Jam doang. Sisanya ya dipake jalan-jalan dan ngobrol ngalor-ngidur.... |

Bali.. oh Bali... I'll be back... :)

Friday, September 28, 2007

BALI... BALI... BALI....






Akhirnya sampe juga di Bali :)

Wednesday, July 25, 2007

FOTO DI STASIUN TUGU :)

Selamat Jalan Taufik Savalas



Dulu, tahun 1994, ketika Kurt Cobain meninggal karena bunuh diri, berhari-hari aku menangisi kebodohannya. Sebagai tanda berkabung, aku menyalakan lilin tiap malam di kamar sambil mendengarkan lagu-lagunya. Aku merasa sangat kehilangan atas kepergian sang idola.

Sekarang, kembali aku menangisi seorang pekerja seni: Taufik Savalas.

Tapi berbeda dengan pada saat aku menangisi Kurt Cobain. Kali ini aku menangis karena melihat di TV, betapa keluarganya, sahabat-sahabatnya dan fans-nya merasa sangat kehilangan. Mereka menangisi kepergiannya, menyayangkan mengapa orang sebaik Taufik Savalas begitu cepat dipanggil Yang Maha Kuasa.

Sambil termenung, aku berfikir, dalam setiap penampilannya di layar kaca, sosok Taufik Savalas memang selalu tampak menyenangkan. Terakhir aku melihat penampilan Taufik Savalas adalah di acara ngamen (aku lupa stasiun TV mana yang menayangkan). Yang aku ingat, di acara itu, Taufik bikin aku tertawa karena ulahnya. Hasil dari ngamen itu, diberikan pada seorang ibu tua yang sangat membutuhkan. Pada tayangan itu, Taufik memeluk sang ibu. Dan sang ibu, dengan sangat terharu, mendo'akan Taufik agar Yang Maha Kuasa membalas kebaikannya. (Dan kalau aku ingat-ingat lagi, kayaknya emang penampilannya selalu bikin aku ketawa dan gak pernah bikin sebel).

Baik hati, taat beribadah dan Multi Talented, begitulah semua orang memujinya. Dan Indonesia membutuhkan banyak lagi selebritis seperti Taufik Savalas.

Eh, ngomong-ngomong, aku kok jadi bertanya-tanya ya. Kira-kira kalo suatu hari aku meninggal, seperti apa ya yang orang-orang yang aku tinggalkan? Apakah mereka akan kehilangan aku? Apakah mereka akan selalu mengenang (jika ada) kebaikanku? Wallahualam... Mudah-mudahan saja, aku meninggal di waktu yang tepat. Di mana aku sudah dianggap pantas untuk mendapat tempat yang terbaik di sisiNYA. Amin.

Saturday, July 14, 2007

WHY ALWAYS SEVENTEEN?

Beberapa kali aku tergelitik dengan kata-kata tujuh belas tahun atau sweet seventeen ....

Kenapa orang-orang kebanyakan memilih tujuh belas sebagai angka usia yang dianggap terbaik dan menyenangkan?

Suatu hari aku menonton semua acara infotainment. Disitu kebetulan sedang menayangkan acara ulang tahun Tamara Geraldine (kalo gak salah) yang ke 33. Dengan gaya lucunya, Ketika ditanya berapa usianya saat itu, Tamara berkata "Usia saya tujuh belas tahun, tapi dengan 16 tahun pengalaman."

Belum lagi kemarin, ketika sedang becanda dengan teman-teman kantor, seorang teman menyeletuk kalau umurnya masih tujuh belas tahun (ditanggapi dengan GERRR dan HUUUU...hehe)

Tujuh belas jalan-jalan....
Tujuh belas lari-lari....
Tujuh belas plus-plus....
Tujuh belas bla bla bla......

Why most people always choosed seventeen?

Aku jadi inget waktu usiaku tujuh belas....

Mungkin mamaku adalah salah satu penganut aliran sweet seventeen itu. Sehingga, tidak biasa-biasanya beliau menawarkan apakah aku mau merayakan ultahku yang ke-17? Sebagai ABG, aku tentu saja antusias menerima tawaran itu. Sayangnya, karena kami bukan keluarga berada dan mamaku tau kalau temanku banyak banget, so, mama menyarankan agar aku menyeleksi siapa yang akan diundang.

Pusing setengah mati aku dibuatnya. Tiap hari list-nya selalu saja berubah. Kalau si A diundang, berarti di B harus diundang juga karena bla bla bla. Tapi kalo si B diundang, gimana si C dan si D... begituuuu terus sampai akhirnya aku sempet ngambek, lebih baik tidak usah dirayakan saja sweet seventeen-ku.

Tapi kemudian mamaku memberikan solusi. Kata mama "Undang aja temen-temen yang perempuan. kan cuma dikit tuh. Kalo yang cowok-cowok bisa gak muat rumahnya"
Aku melongo. Padahal teman-teman yang paling dekat dengan aku kebanyakan cowok-cowok. Dan mereka tipe-tipe yang selalu ember jika ada acara makan-makan. Bisa sejibun yang datang ke rumahku nanti.

Walau agak kecewa, akhirnya aku menyetujui usul mama. Gpp sekali ini beda, aku cuma ngumpulin teman-teman sejenis... (waakakakkkk).

Hari bahagia itu akhirnya datang. Setelah berdandan sekedarnya, jam 10 pagi aku mulai mempersiapkan diri menunggu kedatangan teman-temanku. Yang pertama datang adalah 3 orang teman yang memang sangat akrab denganku. Tunggu punya tunggu, kok tamunya gak nambah-nambah.... ketika jam makin bergerak siang, aku makin deg-deg-an ... kok... masih sepi-sepi saja. Sekitar jam 2 siang, ada lagi datang. Kemudian sore ada juga yang datang lagi.... Ya ampun.... Pesta yang benar-benar kacau. Mungkin cuma sekitar 10 orang yang datang ke acara sweet seventeen-ku. Dan rata-rata (kecuali teman akrabku), semua yang datang tidak sadar kalau itu hari ulangtahunku. Malah ada yang datang cuma menggunakan kaos dan celana pendek, seperti kalau biasa sehari-hari main ke rumahku. Memang salahku juga, karena tidak menginfokan kalau hari itu aku ulangtahun. Aku cuma bilang ngumpul-ngumpul. Soalnya aku tidak mau teman-teman yang tidak diundang tau ada acara itu.

Akhirnya, karena makanan masih sangat banyak (hiks), aku nekat menelpon teman-teman akrabku. Cowok-cowok... ya iyalah.... Jadilah malam itu rame, penuh tawa dan canda (harusnya siangnya yang kayak gitu). Kami ngobrol-ngobrol sambil ngabisin makan sampai kira2 jam stengah 12 malam.....
(ketika semua sudah pulang, aku baru sadar, rata-rata yang aku undang acara siang tadi memang bukan teman akrab. Makanya mungkin mereka males meluangkan waktu untuk 'ngumpul-ngumpul' doang. Salahku sendiri, kenapa gak terus terang)

Di usia tujuh belas juga, aku naksir seorang cowok. Sahabatku sendiri. Lagi-lagi salahku juga, kenapa aku sebelum itu pernah koar-koar "naksir sabahat sendiri itu sama aja dengan berhianat". Yah... di usia ke-17 aku jadi seorang penghianat. Dan payahnya lagi, dia gak tau kalau aku jatuh cinta sama dia (gak tau, atau emang gak peduli... entahlah... pokoknya waktu itu aku sedih!)

Di usia tujuh belas, nilaiku anjlok, mulai sering bolos sekolah dan mulai sering ribut sama mamaku (kasian mama, mohon ampun ya, Mam)

YES! Buat aku usia tujuh belas tahun atau sweet seventeen biasa-biasa aja. Gak ada istimewanya sama sekali. So, kenapa rata-rata orang pilih SEVENTEEN? Apa istimewanya? Heran deh.... (kikiiikkik, kenapa esmosi seh?)

Saturday, June 30, 2007

Semoga Badai Cepat Berlalu

Bulan Juni menjadi bulan penuh penderitaan bagi kami seruangan di kantor. Di mana kami semua mengalami sakit yang gejalanya sama. Pusing, tenggorokan sakit, batuk, pilek dan demam.

Akhirnya satu persatu, malah pernah berbarengan, kami ijin sakit. Tentunya setelah dapat surat istirahat dari dokter. Aku sendiri mendapat ijin istirahat selama 3 hari. Kupikir, setelah beristirahat 3 hari di rumah, kondisi kesehatanku membaik. Dan bisa masuk kantor kembali dengan segar. Tapi apa daya, ternyata aku masih tetap dengan kondisi yang tidak bisa dibilang sehat. Ngerinya lagi, ketika aku masuk kantor kembali, kondisi teman-teman tidak ada bedanya dengan aku. So, berhari-hari, berminggu-minggu kami mengahadapi suasana kantor yang penuh dengan suara batuk, keluhan pusing, dan jelas-jelas kami semua super merana. Apalagi melihat tumpukan pekerjaan yang tidak peduli sama sekali pada kondisi kesehatan kami.

Saat ini keadaan sudah lebih baik. Namun bukan berarti sempurna. Kadang kami masih mengeluh pusing, mual dan sakit tenggorokan. Padahal segala daya sudah kami usahakan. Mulai dari diri sendiri (rajin minum obat dan vitamin), sampai membersihkan semua AC yang ada di ruangan.

HHHHH... semoga badai ini cepat berlalu.... AMIN....

Saturday, May 12, 2007

MINGGIRRR!!!!!! Ambulance Mau Lewat...

Sudah sering kali terjadi.... dan selalu saja bikin sebel!

Beberapa hari yang lalu aku dah suami sedang melintas di jalan Kaliurang menuju ke suatu tempat. Tiba-tiba terdengar sirene ambulance meraung-raung di belakang kami. Segera kusuruh suamiku untuk lebih kepinggir agar ambulance tersebut bisa lewat. Tapi percuma saja, karena setelah kami minggir, ambulance tetap tidak bisa lewat dengan lancar. Beberapa mobil dan motor dengan cueknya tetap dijalurnya. Sampai akhirnya sang sopir melambai-lambaikan tangannya pada pengendara-pengendara itu agar minggir.

Sebel banget melihat kejadian itu. Akupun marah-marah sendiri melihat kejadian itu. Yang paling menyebalkan, sebuah mobil kijang tetap tidak mau sama sekali minggir. Sampai akhirnya ambulance berbelok ke kanan menuju RS Sardjito, mobil itu tetap pada posisinya.

Ketika aku melewati mobil kurang ajar itu, kupelototi supirnya sambil memaki. Dan sopirnya menekan klakson keras-keras tanda dia juga marah (hihihii... dia pasti bingung ngapain aku melototin dia).

Friends, sists, bros... please.... kalo ada ambulance lewat, minggirlah sebentar. Memang mungkin di dalam ambulance itu bukan saudara kita, bukan teman kita. But please, kita gak tau sesakit apa orang yang di dalam ambulance itu. Kita gak tau seberapa lama dia sanggup bertahan.

Semoga kita tidak akan mengalami berada dalam sebuah ambulance, dalam kondisi yang tidak jelas... masih bisa bertahan atau tidak..... Wallahualam...

Thursday, April 26, 2007

Hakikat Seorang Anak

"Anakmu bukanlah milikmu. Mereka putera puteri sang Hidup yg rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau. Mereka ada padamu, tapi bukan kepunyaanmu.

Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya. Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi sekalipun dalam mimpi.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu. Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, tidak juga tenggelam di masa lampau.

Kau adalah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Sang Pemanah Maha tahu sasaran bidik keabadian, dia merentangkan dengan kekuasaan-Nya, hingga anak panah itu melesat,
jauh serta cepat..........."

(Kahlil Gibran: The Prophet)

Saturday, April 14, 2007

DAN BINTANG-BINTANGPUN AKHIRNYA MAU TERSENYUM JUGA BAG. 4

Hari yang membahagiakan itu datang juga....

Mama dan Om Her akhirnya menikah. Semalaman aku tidak bisa tidur, tak sabar menunggu hari esok. Hari dimana OM Her akan menjadi papaku. Terima kasih Ya Alloh, Akhirnya engkau memberikan aku seorang papa.

Ada yang aneh dalam pernikahan itu. Mama dan Om Her tidak menandatangani buku nikah. Tepatnya, tidak ada buku nikah sama sekali! Apakah mereka menikah siri? My God! Sayangnya aku terlalu berbahagia sehingga tidak mau memikirkan masalah itu. Saat itu yang ada dalam fikiranku hanyalah 'aku punya papa!'

Setelah pernikahan itu, setiap berangkat ke sekolah, aku selalu mencium tangan papa. Biasanya cuma mama yg aku cium tangannya. Dan akupun berangkat sekolah dengan hati riang. Seakan ingin kukatakan pada dunia, "lihat sekarang aku lengkap! aku sudah punya papa!'

Tapi....

Lama kelamaan, sosok papa di rumah sering jarang terlihat. Setiap aku tanya mama, kemana papa berhari-hari tidak pulang, mama selalu bilang keluar kota. Sekali dua kali, aku masih percaya dengan jawaban mama. Tapi apa iya dalam sebulan papa lebih banyak keluar kota dari pada di rumah? Sayangnya, pertanyaan-pertanyaan itu hanya aku simpan dalam hati saja. Seakan-akan pertanyaan itu hanya akan merenggut kebahagiaanku dan mama.

Sampai akhirnya, dua bulan setelah pernikahan itu, 3 orang perempuan datang ke rumahku, yang rupanya seorang ibu dan dua orang anaknya. Ibu gemuk itu menwgedor-gedor pintu rumahku, sementara 2 orang anaknya berteriak-teriak memanggil nama mama, menyuruh segera keluar.

Aku dan mama berlari keluar dengan tergopoh-gopoh.

"Heh! Elu yang namanya Yenny?" Kata si ibu gemuk sambil melotot.

"Iya, bu Dian" Kata mama dengan tenang. Aku heran mama bisa setenang itu, dan kok kenal sama ibu galak itu. Mama memasang jari telunjuk di depan mulutnya, ketika melihat aku mau angkat bicara. Akupun diam.

"lhooo.... elu kok bisa tau nama gue?" Sergah ibu gemuk itu. "Berarti lu tau gue ini siapa?!"

"Iya bu Dian, saya tau siapa ibu"

"Kalo elu udah tau, kenapa lu tetep kawin sama laki gue?!"

Ya Alloh, bagai tersambar petir aku mendengarnya. Jadi benar dugaanku selama ini. Mamaku hanya istri kedua, yang dinikahi secara siri, tanpa sepengetahuan istri pertama. Ya Alloh.... air mataku akhirnya menetes.

Keadaan semakin ramai. Mama dikerubuti oleh 3 orang perempuan yang sibuk berteriak-teriak mengeluarkan seisi kebun binatang dari mulutnya. Mama kebanyakan diam. Hanya sekali-kali bicara, mencoba menenangkan ketiga perempuan yang sedang marah itu. Tetangga makin banyak yang menonton acara gratis di petang hari Minggu itu.

Karena tidak tahan melihat mamaku dikata-katai habis-habisan tanpa melawan sedikitpun, aku pun bertindak, aku berteriak lebih keras dari mereka bertiga.

"Diam kalian semua!!!!"

Ternyata manjur, semua tiba-tiba diam.

"Dengar kalian bertiga. Jangan cuma bisa menyalahkan mama saya atas apapun yang terjadi di rumah kalian! Tanya diri kalian sendiri, kenapa suami atau papa kalian tercinta itu bisa memilih mama saya. Pasti kalian tidak bisa membahagiakan dia, sehingga dia mencari kebahagiaan di rumah kami. Cepat pergi dari sini, kecuali urat malu kalian sudah putus!!!"

Aku seret mama ke dalam rumah. setelah mengunci pintu, kami masuk ke kamar mama, yang aku kunci juga. Di atas tempat tidur mama, aku terdiam. Teriakan-teriakan masih terdengar. Bahkan terakhir sebelum teriakan itu menghilang, aku dengar suara kaca pecah dilempar sesuatu.

Suasana kemudian tenang. Pasti ketiga perempuan itu sudah pergi. Tinggal isak tangisku yang terdengar. Mama memelukku, menangis juga. Minta maaf kepadaku, karena selama ini tidak jujur. Sudahlah... semua sudah terjadi. Kupeluk mama erat-erat.

Malamnya papa datang. Wajahnya terlihat begitu tegang. Dari dalam kamar aku mendengar mereka bertengkar. Aku mengurung diri di dalam kamar, mencoba untuk pura-pura tidak mendengar keributan mereka. Tiba-tiba aku dengar mama berteriak. Diikuti dengan suara pintu dibanting. Tidak lama kemudian terdengar suara mobil papa pergi. Aku berlari menuju kamar mama. Kulihat mama terpuruk di dekat tempat tidur. Ya Alloh.... hidung mama berdarah. Kurang ajar!!!! Laki-laki itu memukul mamaku.

Aku telepon Hp papa, berkali-kali teleponku direject. Mama berusaha merebut horn telepon, mencegah aku agar tidak menelepon papa. Akhirnya aku cuma bisa menangis sambil memeluk mama.

Malam itu aku tidur di kamar mama. Banyak yang mama ceritakan. Dan yang paling aku ingat adalah kata-kata : 'Mama sudah tidak peduli dengan cinta. Cinta mama hanya untuk kamu. Dan Mama akan melakukan apapun agar masa depanmu terjamin'

What? Semalaman aku mencerna kata-kata itu. Berkali-kali kutepis fikiran negatif yang menghinggapiku. Mama... kenapa aku membuatmu jadi tidak punya harga diri? But, what can I do? Aku tidak sanggup membela harga diri mama. Aku tidak punya apa-apa. Satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah, berjanji, suatu ketika aku akan membahagiakan mama.

Nah.... abis kejadian itu, papa tambah jarang pulang, dan tiap pulang mesti marah-marah terus. Bahkan mulai sering ringan tangan. Tapi mama selalu menghalangiku untuk berbuat apapun. 'Ingat masa depan kamu! Itu yang lebih penting!' Kata mama selalu.

Yah... begitulah ceritanya kenapa Shayen yang periang akhirnya berubah menjadi Shayen yang pemurung dan pemarah. Aku tidak pernah lagi mencium tangan papa dan sebisa mungkin tidak bertemu atau bicara dengannya. Aku mulai belajar untuk mendengar kata-kata hinaan dari mulutnya, tanpa berbuat apapun. Just like what my mom did......

Aku akan membalasnya, Ma....

Saturday, March 03, 2007

Sesaat Yang Begitu Berharga

Sekitar akhir Desember 2006, aku mendatangi seorang dokter kandungan untuk mengecek apakah ada masalah dengan kandunganku, mengingat aku belum juga dikaruniai keturunan. Waktu itu dokter bilang tidak ada masalah dengan kandunganku. Dan beliau menyarankan agar aku test TORCH di lab. Dokter juga memberikan vitamin dan obat lainnya (intinya untuk menyuburkan kandungan).
Awal Januari 2007, aku membawa hasil test lab itu ke dokter tadi. Alangkah kagetnya aku ketika dokter mengatakan bahwa aku terserang CMV. Dan dokter menyarankan agar aku menunda kehamilan selama 3 bulan untuk menjalani terapi.
Sayangnya....
Kukatakan pada dokter bahwa aku sudah telat datang bulan hampir 1 bulan. Dokter akhirnya memeriksaku. Dari hasil USG terlihat bahwa ada janin dalam rahimku.
Berhari-hari aku menangis. Bukan tangis bahagia, tapi tangisan penyesalan dan rasa bersalah. Aku takut jika bayiku kelak menjadi cacat karena keteledoranku.
Tapi aku ingat dokter bilang ada jalan keluarnya. Aku tetap bisa menyelamatkan janinku, asal aku menjaga pola makan. Aku tidak boleh makan makanan yang mengandung MSG, makanan-makanan yang dibakar (misalnya sate), makan makanan setengah matang atau mentah (seperti lalapan). Dokter juga memberikanku vitamin dan stimuno untuk menjaga kekebalan tubuh. Selain itu dokter juga menyarankan agar aku tidak terlalu banyak fikiran (nah.. ini yang susah).
Akhirnya, setiap hari aku berusaha untuk memasak makanan sendiri. Kuhindari beli makanan di luar, kuhindari cemilan-cemilan yang tidak sehat dan kuhindari minuman bersoda. Aku juga memaksakan diri untuk minum susu pagi dan malam. Padahal biasanya aku paling ogah minum susu.
Aku memeriksakan kandunganku dengan teratur ke dokter. Setiap dokter memberikan foto hasil USG padaku, kupandangi sering-sering foto itu dengan perasaan bahagia. Sering kuelus perutku sambil berkata dalam hati "Kamu harus sabar ya, nak. Kita pasti bisa melewati semua ini..."
Tanggal 29 Januari 2007, atas anjuran dokter, aku kembali memeriksakan diri ke lab. Alhamdulillah.... Apa yang selama ini aku lakukan membuahkan hasil. CMV yang bersarang di tubuhku sudah negatif. Aku sehat.... bebas CMV....!!!!
Sayangnya.....
Setiap memandangi hasil USG yang dokter berikan kepadaku, aku selalu bertanya-tanya, 'kenapa janin-ku perkembangannya lambat?' Pada saat usia kandunganku 9 minggu, besar janinku masih seperti janin 6 minggu. Aku berusaha keras menepis kekhawatiranku. "Sabar ya, nak.... Kita pasti bisa melewati semua ini..."
Tanggal 12 Februari 2007, akhirnya aku harus masuk rumah sakit. BED REST. Karena ada Flex keluar sekitar 4 harian. "Sabar ya, nak... Kita pasti melewati semua ini..." berulang-ulang kukatakan sambil mengelus-elus perutku. Tapi terus terang harapanku kecil. Entah kenapa, aku merasa, 'dia' tidak akan bisa kupertahankan.
Akhirnya tanggal 14 Februari 2007, aku keguguran. Sekitar jam 3 dini hari, di dalam toilet, janinku keluar. Sambil menangis aku mengumpulkan sisa-sisa jaringan apa saja yang bisa aku selamatkan. Jam 06.30, aku kembali di USG dan kantung kehamilan memang sudah pecah. Derai airmata mengiringiku sampai akhirnya aku tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius sebelum proses kuret dilakukan.
Setelah pulang dari rumah sakit, suamiku bilang, kata dokter, bisa jadi janinku sudah terlanjur terinfeksi CMV, atau bibitnya memang kurang baik, sehingga perkembangannya kurang bagus. Dan jika 'dia' bertahan, bayiku akan cacat berat ketika dilahirkan. Jadi mungkin ini memang jalan terbaik yang ALLAH berikan untukku....
Setelah semuanya berakhir, aku sering melamun sendiri. Dan tak jarang tersenyum sambil menahan tangis. Indah sekali apa yang telah terjadi dalam 11 minggu kemarin. Bagaimana seorang lisa berjuang untuk sesuatu yang sangat berharga, ANAK! Lisa yang pemalas, rela masak setiap hari demi untuk mendapatkan makanan bersih dan bebas MSG, mau minum susu, dan rela di suntik!!! Sekarang aku jadi paham, mengapa anak begitu berharga. Karena setiap orang tua, rela melakukan apasaja untuk mendapatkannya.
Selamat jalan buah hatiku....
Sesaat kehadiranmu membuat hidupku terasa begitu berharga....

Thursday, December 28, 2006

Malu Bertanya Sesat Di Rumah Sakit

Malu bertanya sesat di jalan, pepatah yang sudah sangat sering kita dengar. Dan repotnya, sering kali pepatah tinggal pepatah jika kita tidak kepentok mengalaminya sendiri.
Ceritanya, suatu hari aku berniat menjenguk teman yang sedang sakit. Malam sebelumnya aku sudah sms dia yang kurang lebih isinya begini : "Besok operasinya jam berapa, mbak? Di ruang apa?"
Sms-ku dibalas dengan kalimat seperti ini: "operasi jam 10:30. Di ruang Cendrawasih 108"
Tidak ada yang salah dengan sms yang temanku kirim, karena dia menjawab semua pertanyaanku.
Yang salah adalah.....
Keesokan harinya dengan PD-nya aku datang ke RS. Bethesda. Dengan ramah, pak satpam yang sedang bertugas bertanya. "Mau ke mana, mbak?"
Ku jawab sambil tersenyum "Ruang Cendrawasih 108 sebelah mana, pak?"
Sang satpam mengerutkan kening "Di sini gak ada ruang Cendrawasih, mbak. Di sini ruangannya pakai nama bunga."
Astaganaga... "Masa sih, pak?"
Akhirnya aku telp temanku (sambil agak-agak gak enak gitu deh.. hihi...), "Mbak kamu di rawat dimana?"
"Sardjito". Begitu jawabnya.
"oh... ok.. aku meluncur kesana ya, mbak...." kataku sambil nyengir.
Setelah mengucapkan kata maaf dan terima kasih pada pak satpam, akupun ngacir menuju RS. Sardjito. Kikikikiiiiii.....
Abis biasanya, temanku itu jika berobat ke RS. Bethesda. Jadi kupikir pasti dia dirawat di sana. Ternyata... sotoy lu ah.... HAHAHAHAAAAA.....

Saturday, December 23, 2006

DAN BINTANG-BINTANGPUN AKHIRNYA MAU TERSENYUM JUGA BAG 3

Suatu hari, mama pulang bersama seorang lelaki parlente. Tak bisa kupungkiri, kedatangannya membuatku agak sedikit tidak nyaman. Lelaki inilah yang selama ini dekat dengan mama.

Lelaki itu menjabat tanganku dengan hangat sambil tersenyum.
”Hermawan.” katanya ”Ini pasti Shayen.”

Aku mengangguk kaku.

”Sayang, ayo ajak om Her makan.” kata Mama sambil memeluk pundakku.

Jadilah malam itu kami makan malam bertiga. Kami duduk di meja makan yang taplaknya sudah diganti oleh mama tadi pagi. Untuk Om Her yang datang kerumah kami dengan BMW-nya, makan malam ini pasti biasa-biasa saja. Tapi untukku dan mama, ini makan malam yang luar biasa. Mama mempersiapkannya dengan sebaik mungkin dan semewah mungkin (catatan: mewah menurut aku dan mama).

Belum habis makanan di piring kami masing-masing, aku sudah mulai merasa kebekuan yang melingkupiku atas kehadiran orang baru ini, akhirnya mencair . Aku yang tadinya diam saja, lama-lama jadi tidak ragu lagi untuk ikut bicara, bahkan bercanda. Om Her begitu baik dan menyenangkan. Aku tidak ragu lagi mengatakan, aku suka pada lelaki ini

Kira-kira jam 9 malam, Om Her pulang. Usapan jemari-nya di rambutku, ketika ia berpamitan, begitu menyejukkan. Seperti menemukan sesuatu yang hilang, betapa bahagianya aku malam itu.

Sebelum tidur aku berdo’a pada Allah, semoga suatu ketika aku bisa memanggilnya ’Papa’. Ya Allah... Ijinkanlah aku untuk memiliki seorang Papa. Dan aku yakin, Om Her lelaki yang tepat untuk Mama.

Benarkah Om Her lelaki yang tepat untuk Mama? Tambah males deh nyeritainnya... Kapan-kapan aja deh, aku ceritain lagi. Maleeessss... hhhhh

Saturday, December 16, 2006

CRAZY BOUT NEW JAMES BOND

CASINO ROYALE ACTS LIKE THE OTHER BOND MOVIES NEVER EXISTED

Setuju banget...

Selain bintangnya baru (Daniel Craig), James Bond Casino Royale juga menampilkan nuansa berbeda. Agent 007 yang terkenal flamboyan dan tergila-gila teknologi, berubah menjadi laki-laki tangguh yang banyak menggunakan kekuatan fisik. Sehingga baru beberapa menit film mulai, pesona Daniel Craig terasa membius dan bikin jatuh cinta seketika..... (padahal nontonnya bareng suami ... kikikikii).

Casino Royale adalah judul novel James Bond pertama karangan Ian Fleming. Mengisahkan tentang awal karir James Bond sebagai agent rahasia dengan sandi 007. Film besutan sutradara Martin Campbell ini bersetting di Praha, Madagascar, London, Bahama dan berakhir dengan tragis di Venice. Di Venice ini, James Bond menemukan cinta-nya. Namun di sana juga ia dikhianati cinta-nya. Inilah salah satu alasan mengapa James Bond akhirnya tidak pernah mempercayai siapapun.

Aku udah nonton film ini 2 kali. Hampir aja jadi 3 kali sebelum akhirnya aku mengingatkan diriku sendiri bahwa nonton di TWENTY ONE itu mahal. Hiks...

Ya sudah, Daniel Craig paling tidak membuktikan bahwa kalimat 'don't judge a book by its cover' memang nyata adanya. Pada awalnya banyak yang mengatakan Daniel Craig tidak cocok menjadi new James Bond (i'm one of them), karena sosoknya yang dianggap tidak mewakili karakter James Bond. But he proved that it's wrong, and here he is... new fascinating James Bond....

(Sebenernya nulis ini udah lama. Tapi mindahinnya ke blog baru sempet sekarang... remember.. more works, less time...whew...)